Masyarakat madani sebenarnya merupakan sebutan atau nama lain dari masyarakat sipil, yang diterjemahkan dari kata civil society. Pemkiran-pemikiran yang berkembang di dunia barat, khususnya di Eropa Barat dan Amerika Serikat, yang saat itu sangat fokus perkembangan politik, ekonomi dan sosial budaya di bekas Uni Soviet dan Eropa Timur, telah memberikan imbas terhadap lahirnya istilah civil society atau masyarakat madani. Indonesia saati itu yang termasuk dalam blok sosialis tengah dilanda badai liberalisasi dan demokratisasi. Banyak kalangan akademi muncul membicarakan konsep masyarakat madni ini.
Di Indonesia, -- dalam kaitannya dengan konsep masyarakat sipil ini --, kita lebih banyak berbicara mengenai demokratisasi politik atau liberalisasi ekonomi, semacam glasnots dan perestroika seperti yang merebak di Rusia pada dasawarsa '80-an. Konsep masyarakat sipil sendiri di Indonesia adalah sebuah istilah asing atau baru, yang ditanggapi dengan penuh kecurigaan, pengertian "sipil" itu dikesankan sebagai berkaitan dan tandingan dari "militer", yang dalam masyarakat hadir dalam bentuk dwi-fungsi ABRI itu. selengkapnya...
Senin, 16 November 2009
Masyarakat Madani di Indonesia
Active Learning
Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga semua anak didik dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa perhatian anak didik berkurang bersamaan dengan berlalunya waktu. Penelitian Pollio (1984) menunjukkan bahwa siswa dalam ruang kelas hanya memperhatikan pelajaran sekitar 40% dari waktu pembelajaran yang tersedia. Sementara penelitian McKeachie (1986) menyebutkan bahwa dalam sepuluh menit pertama perthatian siswa dapat mencapai 70%, dan berkurang sampai menjadi 20% pada waktu 20 menit terakhir.
Lebih lengkap klik disini
Refleksi pembelajaran Aljabar Linear Elementer
Aljabar Linear Elemneter, selanjutnya akan lebih sering disebut ALE, merupakan sebuahnama yang asing bagi siapapun yang tidak mendalami ilmu matematika secara khusu. Bahkan untuk mahasiswa matematika sekalipun, ketika mendengar sebuah nama ALE akan selalu bertanya-tanya. Namun pada kenyataannya ALE tidak jauh berbeda dengan materi yang dipelajari ketika di bangku SMA. Bahkan pada umumnya materi pada ALE yang identik dengan materi matematikan di SMA dianggap materi yang tergolong mudah. Bukan bermaksud meremehkan sedikitpun, itulah kenyataan pada awalnya. Namun dalam ALE materi-materi itu disuguhkan dalam bentuk yang rumit dam dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi.
Dari situlah muncul berbagai polemik baik dari segi mmateri maupun dari segi metode pengajaran. Justru dari sinilah sisi yang menarik dari ALE diperoleh para mahasiswa. Banyak sekali nilai kehidupan, terutama khidupan social masyarakat yang dapat dianalogikan dalam pembelajaran ALE. Mahasiswa, sadar atau tidak, telah dilatih untuk siap terjun dalam masyarakat. Meskipun hanya sebuah analogi, namun dari sinilah terjadi simulasi-simulasi kehidupan social masyarakat yang terjadi secara periodic, minimal seminggu sekali. Nilai-nilai apa yang dapat diambil dari pembelajaran ALE, serta bagaimana analogi dan aplikasinya dalam masyarakat, berikut akan dipaparkan secara terperinci.lebih lengkap klik disini
Selasa, 10 November 2009
Fungsionalisasi Agama
Fungsionalisasi Agama
dalam Dinamika Kehidupan Umat Beragama
Oleh:Drs.Abror Sodik, M.Si.
Pengertian Agama
Agama, sebagaimana dipahami para antropolog atau sosiolog, didefinisikan sistem yang dianut dan tindakan-tindakan yang diwujudkan suatu kelompok atau masyarakat dalam menginterpretasi dan memberi respons terhadap apa yang dirasakan dan diyakini sebagai yang gaib dan suci (Suparlan,1998). Definisi lain menyebutkan bahwa fungsi agama adalah media untuk mencapai keselamatan baik bagi penganutnya maupun bagi masyarakat luas. Hendropuspito (1984) memberi definisi agama sebagai suatu jenis sistem sosial yang dibuat oleh para penganutnya yang berporos pada kekuatan-kekuatan nonempiris yang dipercayainya dapat didayagunakan untuk mencapai keselamatan bagi diri mereka dan masyarakat luas pada umumnya. Dua definisi agama di atas lebih memperlihatkan definisi yang empiris dan deskriptif,mengungkapkan apa yang dimengerti dan dialami pemeluk-pemeluknya.
Selengkapnya download disini
Materi Program Linear
Program Linear merupakan mata kuliah yang fungsinya untuk mencari nilai optimasi.
Bagi temen yang sedang mengambil mata kuliah Prolin. Ini ada materi nya...silakan download disini
Senin, 19 Oktober 2009
Demonstrasi, antara Idealisme dan Anarkisme
Demonstrasi, masih perlukah? Antara idealisme dan anarkisme
Merdeka..Merdeka..begitulah suara-suara penyemangat yang terlontar ketika terjadi demonstrasi di manapun. Seolah menggambarkan keadaan rakyat yang ingin merdeka dengan sebenar-benarnya.
Seabreg permasalahan di Indonesia. Tak hanya dirasakan orang-orang dibawah garis kemiskinan, kaum terpelajar dan seluruh komponen masyarakat pun tampaknya sudah cukup gerah dengan permasalahan yang ada. Bagi mereka yang pasrah, lebih memilih diam untuk dijadikan pelipur lara.Lebih lengkap silakan download disini
Sabtu, 17 Oktober 2009
Mobile Learning
MOBILE LEARNING DAN MANFAATNYA
Selama dekade terakhir pembelajaran melalui ponsel telah berkembang dari sebuah penelitian kecil menjadi penelitian penting di banyak sekolah, tempat kerja, museum, kota dan daerah pedesaan di seluruh dunia. Komunitas Mlearning masih terfragmentasi dalam lingkungan masyarakat, dengan berbagai sudut pandang nasional, perbedaan antara akademisi dan komputer, dan antara sekolah, pendidikan tinggi dan sector pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).
Belajar melalui fasilitas e-learning semakin marak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya mereka yang melek IT saja, namun anak-anak maupun mereka yang gaptek pun dapat belajar dengan e-learning. Salah satu faktor pendukung hal tersebut adalah penggunaan internet yang semakin hari semakin luas di lingkungan kita. Internet itu sendiri. Kini tidak hanya dapat diakses melalui komputer namun dapat pula diakses menggunakan perangkat mobile. Salah satunya yang utama adalah telepon seluler (handphone). Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, banyak aplikasi mobile yang telah dikembangkan. Perkembangan teknologi juga melahirkan sebuah konsep pembelajaran baru yaitu e-learning. Perkembangan teknologi aplikasi mobile dan e-learning telah menciptakan suatu bentuk pembelajaran baru, yaitu mobile-learning atau m-learning. Teknologi telekomunikasi dan teknologi internet menjadi kecendrungan baru diseluruh dunia. Perkembangan ini memungkinkan adanya terobosan baru dalam pembelajaran secara mobile menggunakan perangkat piranti genggam atau disebut mobile learning (m-learning). M-Learning memiliki kemampuan belajar kapanpun dan dimanapun.
Penggunaan perangkat seluler sebagai media e-learning tidaklah berlebihan apabila kita melihat fakta-fakta berikut ini:
· Pengguna telepon seluler di Indonesia yang mencapai lebih dari 96.410.000, teledensitas 36,39 % dengan tingkat prosentase pertumbuhan pelanggan telepon seluler mencapai 28,26 % pertahun. (sumber: balitbang depkominfo)
· Akses internet melalui perangkat telepon seluler canggih seperti Blackberry, iPhone, PDA, maupun smartphone-smartphone lain menjadi hal yang lumrah belakangan ini.
· Akses dan transfer data menggunakan jaringan telepon seluler yang semakin murah dan cepat.
· Pembuatan aplikasi-aplikasi untuk smartphone yang semakin mudah, dengan menggunakanJ2ME maupun BREW.
Fenomena-fenomena tersebut tentunya menjadi celah yang menjanjikan bagi perkembangan mobile learning di Indonesia. Lebih lengkap tentang Mobile Learning, Silakah download disini
Desain Mana Yang Kamu Pilih?
Anda Pengunjung Ke
Anda setuju dengan UAN?
transalator
Update Posting
Training sehari hisab rukyat